Minggu, 16 Februari 2014

DARI BEBEK, AYAM SAMPAI GULA MERAH



Salam. Ayo kita mulai lagi untuk berbagi cerita dalam blog ini. Dalam selang waktu yang lalu ada beberapa kabar tentang bisnis yang saya jalankan, yaitu bebek potong dan frozen food.
Kabar pertama datang dari frozen food. Tiba-tiba ada yang invite pin bb saya. Ternyata seorang ibu dari kota Cilacap. Beliau ingin menjual frozen food yang saya pasarkan. Nampaknya beliau sudah paham tentang produk yang dijual sehingga saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Beliau hanya ingin mengetahui apakah produk tersebut dapat dikirim ke Cilacap? Kalau bisa, berapa harganya?
Saya hanya bisa mengirimkan daftar harga yang pernah saya terima dari produsen frozen food tersebut. Saya kirimkan daftar harga tersebut melalui email. Tapi, untuk kepastian apakah produk tersebut bisa dikirim ke Cilacap atau tidak, itu yang belum saya dapat pastikan. Saya telah konfirmasi kepada produsen. Menurut produsen, produknya bisa tahan 30 jam. Hanya itu saja informasinya. Meskipun begitu, saya tidak berani untuk mengambil resiko. Akhirnya saya putuskan saja untuk tidak dapat mengirimkan frozen food sampai ke Cilacap. Beliau yang ada di Cilacap pun maklum.
Kabar kedua tentang bisnis bebek. Seorang kawan di Cileungsi meminta contoh bebek untuk suplai ke Ritz Carlton. Berat mati 0,7 kg. saya kirimkan contohnya. Beliau pun sudah menerimanya. Saya tinggal tunggu kabar selanjutnya. Sudah seminggu tidak ada kabar. Saya coba menghubungi beliau. Ternyata bebek contoh tersebut baru dikirim ke Ritz Carlton setelah seminggu. Saya mengira  ketika sudah menerima bebek langsung diantar. Kawan saya berkelakar tenang karena bebeknya disimpan di freezer. Saya coba tenang seperti beliau. Dua minggu setelah contoh dikirim. Saya tanya kabar lagi. Ternyata beliau teruskan sms dari Ritz Carlton. Isinya contoh bebek di tolak alias reject. Saya tanya kenapa? Karena ini penting untuk bahan evaluasi kualitas produk yang saya jual. Kawan saya itu juga tidak mengerti kenapa. Beliau hanya mengirimkan sms dari Ritz Carlton yang isinya dibicarakan lagi minggu depan. Saya mahfum.
Kabar lainnya datang dari pembeli bebek yang berlokasi di Rawamangun. Beliau meminta ayam potong ukuran 0,75 – 0,8 kg sudah bersih bulu, tanpa kepala, tanpa ceker, tanpa jeroan. Kebutuhannya sebanyak 1 ton per minggu.
Ada lagi kabar dari seorang calon pembeli di Cipinang Jakarta Timur. Beliau menanyakan stok ayam broiler beku berat 0,7 kg sudah bersih bulu, tanpa kepala, tanpa ceker, tanpa jeroan. Kebutuhannya 300-600 ekor per minggu. Dibagi dalam beberapa kali antaran. Sekali antar bisa 100 – 120 ekor.
Kabar terbaru datang dari Warung Yu Tien yang berlokasi di Cilandak Jakarta Selatan. Setelah konfirmasi kepada Ibu Tati dari Warung Yu Tien diminta supaya saya memberikan contoh bebek ukuran 1kg. Kebutuhannya 60 ekor per minggu dengan pembayaran tempo satu minggu. Hal ini sempat membuat saya berpikir ulang untuk suplai bebek ke Warung Yu Tien. Selain harga yang dipatok begitu murah. Tapi di Warung Yu Tien ini terbuka pintu lagi untuk produk iga sapi dan ayam broiler. Meski itu tadi. Dihargai murah.
Minggu pagi saya jalan-jalan ke pasar tradisional dekat rumah. Saya mampir ke tempat tukang jual ayam. Saya tanya tentang spesifikasi ayam yang diminta ke saya. Tukang itu memberikan harga. Dari sana saya hitung secara garis besar. Ehm, masih masuk harganya. Meski tipis sekali untungnya. Saya catat nomor telepon tukang ayam itu. Belum terjadi kesepakatan apa-apa. Karena saya masih bingung jalur distribusi dari peternak ke pembeli.
Suatu saat seorang kawan memberi kabar. Coba menawarkan gula merah. Saya diminta untuk memasarkannya. Bentuknya cetakan bulat kecil. Di bungkus 1 ball. Setiap ball di isi 10 kg. harganya Rp. 115.000,- per ball. Sekali ambil minimal 10 ball. Saya hanya manggut setuju. Nanti saya coba bantu memasarkan gula merah tesebut.
Baiklah, sampai di sini dulu kabar dari saya. Jika butuh suplai bebek silakan hubungi saya di nomor hp 0818-022-88-178 (telp, sms, WhatsApp). Pin bb: 27DD2DD4. Twitter: agus_ndro.
Sekarang ini kapasitas bebek muda bisa 2000 ekor per minggu. Dan, yang terbaru adalah bebek tua / bebek afkir mulai tersedia bisa mencapai 1000 ekor per minggu.


Sabtu, 18 Januari 2014

SELAMAT TAHUN BARU 2014..JUAL BEBEK (LAGI)?



Selamat tahun baru 2014!
Awal tahun 2014 ini beberapa kejadian tentang bisnis bebek yang saya jalani. Ceritanya begini. Ada yang menawarkan bebek karkas dari daerah Puncak Bogor. Namanya Habibi alias Ramadhika (Ramadhina) Habibi alias Abu Widi. Minta tolong untuk dipasarkan bebek hasil ternaknya. Saya bilang bisa saja saya pasarkan tapi saya tidak bisa mengantar langsung ke pembeli.
Habibi mau langsung mengantarkan ke pembeli. Nanti saya diberi fee. Ok. Akhirnya saya ajukan penawaran ke pembeli di Fatmawati Jakarta dan berhasil. Disepakati hari Jumat 10 Januari 2014 bebek akan dikirim.
Tiba hari Jumat. Tidak ada kabar dari Habibi. Menjelang siang. Habibi menelpon saya. Dia mengatakan bahwa telah terjadi kecelakaan di jalan tol saat mengantar bebek. Box bebek jatuh dari mobil. Sialnya ada Polisi Jalan Raya (PJR) memergoki. Sang Supir ditahan. Habibi mau mengurus semua hal sampai selesai. Akibatnya bebek sudah tidak segar lagi dan tidak jadi dikirim. Saya mahfum. Saya pun mengabari pembeli di Fatmawati Jakarta tentang hal ini.
Tidak berhenti di sana. Habibi meminta saya supaya masih bisa mengantar bebek hari Minggu atau Senin setelah kasus kecelakaan ini selesai. Saya coba menawarkan kembali ke Pembeli di Fatmawati Jakarta. Dia masih menerima dengan nada kesal. Disepakati hari Senin bebek akan dikirim.
Tiba hari Senin. Tidak ada kabar dari Habibi sejak hari Minggu malam. Saya bbm / sms tidak berbalas. Saya telepon tidak dijawab. Terus begitu sampai Senin sore. Sekarang saya bingung harus bilang apa kepada Pembeli di Fatmawati Jakarta. Tapi tetap saya harus tanggungjawab. Saya mengucapkan maaf beribu maaf karena tidak bisa mengantar bebek. Pembeli bebek itu hanya menyesal. Sudah diduga sebelumnya. Bahwa saya pasti hanya omdo (omong doang).
Hilang sudah reputasi saya sebagai penjual bebek. Saya sudah minta maaf. Saya juga minta kesempatan lagi supaya bisa mengirim bebek kepadanya. Tapi Pembeli itu sudah tidak peduli. Katanya saya sudah berkali-kali (tepatnya dua kali) berjanji tapi tidak terbukti.
Yah, begitulah. Semua itu bermula dari Habibi dari Puncak Bogor (pertama kali dia mengaku dari Sukabumi Jawa Barat). Bermula dari internet. Saya dan Habibi berkenalan. Ini nomor telepon Habibi. 0857734664** / 088122166** / 081122966**. Maaf, untuk pin bb Habibi ada dua nomor sudah saya hapus.
Seminggu setelah kejadian dengan Habibi. Saya mendapat pesanan bebek dari Rawamangun Jakarta. Saya kembali ke supplier bebek di Surabaya untuk memasok bebe. Pembeli di Rawamangun ini tidak mau kalau bukan dari supplier Surabaya ini. Dia pernah saya kirim bebek dari supplier bebek yang di Sunter Jakarta. Tapi bebeknya tidak sesuai timbangan. Maka dari itu, pembeli dari Rawamangun ini sudah mengingatkan agar dikirim bebek dari Surabaya.
Disepakati hari Jumat dikirim dari Surabaya. Sampai Rawamangun hari Sabtu. Tiba waktunya pengiriman. Ada kabar kalau kurir yang mengantar bebek ke terminal di Surabaya mengalami kecelakaan. Bebek bawaannya berantakan. Saya terkejut. Dejavu. Ceritanya sama seperti minggu yang lalu. Lalu saya bilang solusinya bagaimana? Supplier di Surabaya masih mencarikan bebek untuk dikirim. Tapi jumlahnya tidak banyak. Paling 50 ekor. Saya mengelus dada. Kenapa ini terjadi kali kedua. Saya bilang ke pembeli di Rawamangun bahwa telah terjadi kecelakaan sehingga bebek tidak bisa dikirim sesuai pesanan. Sang pembeli kecewa. Tapi masih memaklumi. Dia masih mau menerima bebek seadanya.
Akhirnya bebek dikirim dari Surabaya hari Sabtu. Rencana sampai Rawamangun hari Minggu. Hanya 50 ekor. Kejadian ini membuat saya berpikiran untuk berhenti saja berjualan bebek. Sebagai broker calo yang menyambung distribusi dari supplier di daerah kepada user di Jakarta. Untungnya tidak banyak. Seribu – dua ribu rupiah saja. Pembeli tidak mau kalau disuruh ambil sendiri di terminal atau stasiun kereta. Pembeli hanya mau menerima bebek di tempatnya. Kemudian di sortir sesuai kehendaknya. Kalau bebek tidak sesuai maka dikembalikan dan tidak dibayar. Disini broker bakal rugi. Bebek tidak bisa dijual lagi. Dilempar ke pasar lokal juga belum tentu di terima. Pembeli paham kalau ambil barang di terminal / stasiun kereta banyak biaya pungutan tidak jelas. Mulai dari biaya parkir, kuli panggul, rettribusi, dll. Semua biaya itu ditanggung oleh broker calo. Tapi pembeli tidak mau membayar harga bebek dengan lebih tinggi. Ini juga yang membuat saya berpikir untuk berhenti menjual bebek sebagai broker calo.
Tapi di sini saya tidak sendiri. Ada teman saya yang bertugas sebagai kurir mengambil barang dari terminal/stasiun kereta ke pembeli. Dia mendapat fee dari saya. Bila saya berhenti maka teman saya pun tak mendapatkan fee lagi. Sekali lagi saya mengalami dilema.
Sampai sekarang saya masih terima pesanan. Kali ini saya harus lebih berhati-hati. Memilih supplier dan pembeli yang sama-sama menguntungkan. Lebih memikirkan cara distribusi yang lebih baik dan lancar. Terlebih sekarang musim hujan dan Jakarta masih terendam banjir.
Bagi yang mau pesan bebek karkas lokal dan peking silakan hubungi saya di nomor hp 081802288178. Pin bb: 27DD2DD4. Twitter: @agus_ndro.

Selasa, 15 Oktober 2013

JUAL BEBEK & FROZENFOOD (LAGI)

Sudah lama saya tidak membuat tulisan baru di blog ini. Padahal ada banyak perubahan dalam perjalanan bisnis ini.
Perubahan yang terjadi di bisnis bebek karkas adalah saat ada beberapa orang yang menghubungi saya lewat telepon minta dikirim bebek karkas. Awalnya saya abaikan. Semakin lama semakin sering yang bertanya tentang bebek karkas. Akhirnya saya hubungi peternak yang biasa suplai dari Bandung. Ternyata peternak tersebut sudah di kontrak orang. Artinya hasil dari peternakannya harus diserahkan kepada orang yang telah mengontrak peternakan tersebut. Pantas saja saya tidak pernah dapat suplai bebek lagi dari Bandung.
Saya mencari kenalan peternak baru. Ada yang menanggapi serius ada yang pula yang biasa saja. Bahkan ada yang tidak menanggapi tawaran saya. Kemudian saya minta penawaran harganya. Dari penawaran itulah saya dapat menentukan harga jual seperti di bawah ini:
BM 8 ons = 38.000
BM 9 ons = 39.000
BM 1 kg  = 41.000

Bila masih ada yang berminat bebek karkas silakan hubungi saya. Harga sudah saya tulis di atas.

Perubahan lain ada di bisnis frozen food Salimah. Ada seorang ibu meng-invite pin bb saya. Dia tinggal di Ciledug Tangerang dan sedang mencari produk Salimah. Saat ini dia sudah menjual produk Salimah yang didapat dari seorang teman. Lalu saya bertanya dapat harga berapa? Setelah dijawab lalu saya bersemangat dan memberi dia harga lebih murah dari temannya. Tapi saya belum bisa mengirimkan barangnya hari ini karena pesanan saya baru akan diantar setelah liburan Idul Adha tahun 2013 ini.

Perubahan ini membuat saya lebih bersemangat lagi untuk menjalankan bisnis ini kembali secara serius. Semoga saja berjalan lancar. ^_^